Kulon Progo, 11 Februari 2025 - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima kunjungan dari perwakilan CV Gratis Ongkir (GO) dalam rangka evaluasi serta pembahasan kendala penggunaan layanan gratis ongkir sepanjang tahun 2024. Pertemuan ini juga membahas pengembangan fitur baru guna meningkatkan efisiensi sistem pembayaran dan penggunaannya di lingkungan OPD.
Dalam diskusi yang berlangsung, beberapa kendala utama dalam penggunaan layanan Gratis Ongkir selama 2024 diungkapkan, antara lain status pembayaran yang harus diubah secara manual oleh pihak Gratis Ongkir berdasarkan laporan dari penyedia. Hal ini dinilai kurang efisien dan berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam verifikasi pembayaran. Selain itu, beberapa transaksi pembayaran belum dapat dicocokkan secara otomatis dalam aplikasi, menyebabkan perlu adanya penyesuaian manual yang memperlambat proses pencatatan keuangan. Banyak OPD di Kulon Progo yang masih lebih familiar dengan aplikasi terdahulu, sehingga adaptasi terhadap sistem baru membutuhkan waktu lebih lama. Kendala lain yang ditemukan adalah fitur auto login yang belum sepenuhnya optimal dan menyebabkan kesulitan bagi beberapa pengguna dalam proses login.
Sebagai solusi atas kendala yang ada, Gratis Ongkir akan menerapkan beberapa pembaruan dalam sistem, di antaranya skema pembayaran baru dengan adanya virtual account (VA) di Bank Pembangunan Daerah (BPD), sehingga pembayaran tidak perlu lagi melalui BNI, yang memungkinkan proses pencairan lebih cepat dan efisien. Pengembangan aplikasi juga mencakup penambahan fitur operator, auto login yang lebih stabil, akun bendahara, sistem split pajak daerah, serta integrasi dengan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) guna mempermudah transaksi.
Untuk mengatasi kendala yang masih terjadi dan memastikan transisi berjalan lancar, CV Gratis Ongkir akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi DIY serta Bank Daerah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pembayaran serta memastikan bahwa layanan Gratis Ongkir dapat lebih optimal digunakan oleh OPD di Kulon Progo. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan implementasi layanan Gratis Ongkir di tahun 2025 dapat berjalan lebih baik dengan sistem yang lebih terintegrasi dan efisien bagi seluruh pihak terkait.
Selain itu, pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga berharap agar layanan Gratis Ongkir dapat semakin mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah ini. Dengan sistem yang lebih baik dan efisien, diharapkan UMKM dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas serta memperoleh kemudahan dalam proses distribusi produk mereka. Dukungan terhadap UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat Kulon Progo.-NA-
Source: BPBJ